Disduk Capil Lingga Targetkan Penyelesaian Identitas Kependudukan Pemula

Selingga.com (20/01) Dabo. Disduk Capil Kabupaten Lingga menjadikan pemilih pemula sebagai target penyelesaian identitas kependudukan sebelum pelaksanaan Pilkada nantinya. Hal tersebut disampaikan Kadisduk Capil Lingga, Syamsudi, saat ditemui di ruang kerjanya, pada Senin (20/01) tadi di Dabo, Kabupaten Lingga.
“Pemilih pemula diperkirakan sampai hari-H Pilkada nanti, sekitar 4.500 orang yang tersebar di 82 desa dan kelurahan. Itu target yang akan kita selesaikan sebelum pelaksanaan Pilkada. Kemudian memvalidasi Data Kependudukan berbasis KK,” kata Syamsudi.
Selain itu, Kadisduk Capil ini juga menambahkan kalau ada 40% penduduk usia sekolah saat ini yang tidak bersekolah.

“Jadi, kalau kita lihat data base, 40% penduduk Lingga ini tidak sekolah dengan klasifikasi umur yang sebenarnya dia itu masuk usia sekolah. Makanya kami akan turun langsung ke lapangan bekerja sama dengan kepala desa, RW, RT, dan petugas register di kelurahan. Bahkan nanti kami akan berkolaborasi dengan RT sebagai ujung tombaknya. Rencananya di 2020 ini,” jelas Kadisduk Capil ini.
Syamsudi juga menyampaikan kalau untuk pelayanan akte, sudah mencapai angka 90%. Itu juga tidak terlepas dengan menggunakan pola jemput bola.
“Untuk Pelayanan Pencatatan Akte, untuk akte kelahiran, kita sudah mencapai 90%, tetapi tetap kita susul. Kemudian akte-akte perkawinan nonmuslim, kita susul. Kita akan turun ke lapangan lagi, dengan jemput bola ke desa-desa. Mudah-mudahan target ini tercapai,” kata Syamsudi.
Disinggung kendala yang ada saat ini, Syamsudi mengatakan kalau cuaca merupakan faktor yang ada.

“Paling-paling gelombang, cuaca. Kita targetkan rencananya ke pulau ini, desa ini. Karena lewat laut, kadang-kadang bergeser 2-3 hari. Sehingga harus kita jadwalkan ulang lagi. Kemudian persediaan peralatan untuk mobil, untuk keliling, alat perekam, untuk perekam biodatanya, itu terbatas. Sehingga bisa memperpanjang waktu kerja. Untuk peralatan, kemarin kita ada juga pinjam dari pihak kementerian, seperti printer untuk ngeprint KTP,” jawab Syamsudi.

Sementara itu, Chery Mikraj, salah seorang warga yang sedang mengurus KK saat itu, mengaku kalau pelayanan yang ada, bagus.
“Saya datang mau mengurus KK. Kalau pelayanannya, syukur alhamdulillah, bagus. KK saya pun sedang diselesaikan sama petugasnya,” kata Chery Mikraj. (Im).

Read Previous

Sebelum Gelar In House Training, Tim Penguji UKW Dari UPN Silaturahmi ke Pemprov Kepri

Read Next

Polres Lingga Jadikan Ajang Gowes, Jalin Silaturahmi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *