DPMD dan Dukcapil Provinsi Kepri gelar Rapat Kerja Pemerintahan Desa

0
Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Dukcapil Provinsi Kepri, Drs.Sardison, MTP didampingi oleh Kadis PMD Kabupaten Lingga, Dody Suhendra.

Selingga.com (20/11) Dabo. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Dukcapil Provinsi Kepri gelar Rapat Kerja Pemerintahan Desa, pada Selasa (19/11) tadi di Gedung Nasional, Dabo Kabupaten Lingga. Rapat Kerja Pemerintahan Desa yang dilaksanakan selama satu hari tersebut, diikuti 56 orang kades, 60 sekdes dan 59 BPD dari 75 desa yang ada di Kabupaten Lingga.

Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Dukcapil Provinsi Kepri, Drs.Sardison, MTP kepada pihak media usai menutup kegiatan tersebut mengatakan, kalau untuk Tahun 2019 ini, pihaknya merubah pola dengan melaksanakan kegiatan tersebut secara bergiliran di setiap kabupaten yang ada.

“Rapat Kerja Pemerintahan Desa ini merupakan rapat kerja yang rutin, yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kepri sejak Tahun 2016, 2017 dan 2018. Tetapi khusus untuk di Tahun 2019, kita rubah polanya. Polanya adalah, disamping rapat kerja itu dikumpulkan kepala desa di pusat pemerintahan atau di Tanjung Pinang, disetiap periode itu dilaksanakan bergiliran di masing-masing kabupaten. Mulai dari Karimun kemarinnya, kemudian di Bintan, di Natuna, di Anamnas dan terakhirnya di Lingga,” kata Sardison, yang saat itu didampingi oleh Kadis PMD Kabupaten Lingga, Dody Suhendra.

DPMD dan Dukcapil Provinsi Kepri gelar Rapat Kerja Pemerintahan Desa

Sardison juga menambahkan, kalau digilirnya tempat kegiatan tersebut justru menguntungkan, karena bisa dihadiri sekaligus oleh kepala desa, ketua BPD dan sekdes di daerah.

“Karena itu untungnya dilaksanakan di kabupaten, bisa dikumpulkan oleh pihak kabupaten Ketua BPD, kepala desa dan sekdes sekaligus. Karena sebelumnya waktu rakor di provinsi, itu tidak bisa dilaksanakan serentak. Karena memang kita punya keterbatasan. Dari menyiapkan akomodasi dengan banyaknya peserta itu, tidak mampu kita. Karena itu, dengan dilaksanakan di kabupaten, ketiga unsur ini bisa langsung hadir pada saat yang bersamaan. Sehingga memahami satu informasi, aturan, serentak bersama oleh masing-masing kepala desa, kepala BPD dengan sekdes. Jadi tidak ada keraguan lagi, sehingga koordinasi itu kita mulai dari kerja ini. Sehingga kita di desa masing-masing, mereka punya rujukan yang sama. Sehingga tidak ada perdebatan untuk melaksanakan program pembangunan di desa itu,” tambah Sardison.

Disinggung permasalahan yang sering dijumpai selama ini, Sardison mengatakan kalau secara umumnya adalah terbatasnya Sumber Daya Manusia yang ada di desa.

“Sebenarnya permasalahan rutinitas itu, setiap desa berbeda. Namun secara umumnya permasalahan yang kita hadapi adalah masih terbatasnya Sumber Daya Manusia, baik itu kepala desanya maupun perangkat desa dan pembantu-pembantu di desa itu, termasuk juga Ketua BPD. Memang kita sadari itu. Karena itu, bagaimana peningkatan pemahaman tentang peraturan, tentang aturan-aturan kebijakan pemerintah, kita lakukan sosialisasi pembinaan dan pasilitasi supaya ada kesamaan pemahaman,” jawab Sardison.

Sardison saat berbicara dengan Isdianto melalui telepon selular

Terakhirnya, Sardison berpesan agar pihak desa dalam pelaksanaan kegiatan yang ada, harus berdasarkan apa yang sudah direncanakan sebelumnya.

“Pesan kita, pertamanya laksanakan tugas pemerintahan, terutama pembangunan desa yang bersumber dari dana desa, sesuai dengan aturan dan petunjuk. Yang keduanya, setiap ada perencanaan, itu disusun berdasarkan kesepakatan bersama masyarakat. Kemudian dalam pelaksanaannya, untuk yang dilaksanakan di desa itu, harus yang dilaksanakan yang sudah direncanakan. Jadi tidak bleh melaksanakan yang tidak direncanakan di desa itu. Kalau ketiga hal itu dipegang, diikuti, barangkali desa itu mudah menjalankan fungsinya,” pesan Sardison.

Sebelumnya, dijadwalkan kalau penutupan kegiatan Rapat Kerja Pemerintahan Desa pada malam itu akan dilakukan oleh Plt Gubernur Kepri, Isdianto. Namun Isdianto saat berjalannya acara penutupan saat itu, posisinya masih dalam perjalanan ke Lingga.

“Untuk yang ada, saya betul-betul minta maaf yang sebesar-besarnya. Karena memang semulanya, kita akan ke Dabo. Namun tadi itu, kapal ini bermasalah. Kalau kami teruskan, itu jam sepuluh lewat (22.00 wib) baru nyampai. Jadi tolong sampaikan, Insya Allah nanti saya datang, kita jumpa lagi. Kita tetap menjaga hubungan silaturrahim,” kata Isdianto melalui telepon selular yang di speakerkan langsung oleh Sardison, saat Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Dukcapil Provinsi Kepri ini menyampaikan sambutan sekaligus menutup kegiatan malam itu. (Im).

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.