Komitmen Bersama Pelajar SMA Negeri 3 Lingga Untuk Anti Hoax dan Stop Provokasi Isu SARA

Selingga.com (03/11) Dabo. Kegiatan Yasinan dan Sholawat rutin Rohis (Rohani Islam) yang diikuti seluruh peserta didik SMA Negeri 3 Lingga pada Jum’at Pagi, 02 November 2018 agak berbeda dari biasanya. Setelah selesai melaksanakan kegiatan yasin dan sholawat semua peserta didik berkumpul di halaman sekolah melakukan aksi deklarasi sikap dan komitmen bersama Anti Hoax, Stop ujaran kebencian dan menolak segala bentuk provokasi isu SARA demi menjaga kesatuan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hal ini dikarenakan maraknya berita atau informasi palsu dan ujaran kebencian (hate speech) yang beredar akhir-akhir ini, baik di media sosial maupun di tengah masyarakat yang menjadi ancaman serius bagi bangsa Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Berita hoax itu kadang berupa isu SARA yang memecah belah persatuan dan berpotensi memicu konflik.
“Berita hoax saat ini cukup meresahkan, karena bisa menjadi pemicu untuk perpecahan bagi bangsa ini, termasuk isu SARA, untuk itu mari bersama-sama kita tolak dan kita cegah bersama dengan menanamkan komitmen bersama, kita mulai penanaman itu sejak dini dari sekolah untuk negeri” ujar Pembina Rohis Sugeng Fitri Aji.
Kegiatan deklarasi ini adalah inisiasi dari pengurus Rohis bekerja sama dengan pengurus OSIS serta pengurus PIK-R untuk menyikapi persoalan maraknya penyebaran hoax akhir-akhir ini. Pelaksanaan deklarasi dipimpin langsung oleh Pembina Rohis Sugeng Fitri Aji, M.Pd.I dan didampingi oleh Waka Kesiswaan Galih Hastomo, S.Pd. dengan membacakan pernyatan sikap dan komitmen bersama yang diikuti oleh seluruh peserta didik dihalaman sekolah. Dilanjutkan dengan membubuhi tanda tangan diatas kain putih sepanjang tiga meter.
“Ini adalah komitmen kita bersama, melalui deklarasi ini kita menyatakan sikap menolak dan menentang segala bentuk berita hoax dan ujaran kebencian. Menolak segala bentuk provokasi isu SARA dan perbuatan adu domba yang dapat memecah belah NKRI,” ujar Waka Kesiswaan Galih Hastomo.

Penanda Tanganan oleh seluruh pelajar SMAN 3 Lingga sebagai bentuk komitmen bersama dalam menolak Hoax dan Provokasi Isu Sara

Menurutnya, hoax atau berita bohong saat ini sangat mudah di dapatkan, yakni melalui media sosial. Berita yang disajikan sepintas benar, bahkan penyebar berita tak segan-segan lagi menyampaikan data dan fakta. Tapi data dan fakta yang disajikan harus diwaspadai.
Menurut salah satu peserta didik yang ikut menyatakan sikap dan komitmen berpendapat bahwa, “Kalau menurut kami, Hoax ini isinya kebanyakan ujaran kebencian atau permusuhan atau menjelekkan seseorang. Siapa saja yang menerima berita alangkah baiknya agar tidak langsung percaya, apalagi langsung membagikannya, tetapi kita check dulu kebenarannya” ungkapnya.
Penanda Tanganan Komitmen di pimpin dan diawali oleh Pembina ROHIS Sugeng Fitri Aji,M.Pd.I. dan di ikuti oleh seluruh peserta didik

Adapun pernyataan sikap yang dibacakan bersama yaitu menolak keras berita hoax, berhenti menyebarkan ujaran kebencian dan fitnah, dan menolak segala bentuk provokasi isu SARA demi menjaga kesatuan dan persatuan NKRI.(Sg/Red)

Read Previous

"Raja Gembok" diringkus Polres Lingga

Read Next

Camat baru di Kecamatan baru,dipantau Bupati Lingga untuk kinerja 100 hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *