Menuju Teater UdaDanDara di Padang Merbok, Kuala Lumpur

Selingga.com (16/10) Kuala Lumpur. Seniman Paksi Rakyat bekerja sama dengan KL Internasional Arts Festival 2019 akan menggelar Teater di Sawah Padi Muzika Uda dan Dara pada 25-26 Oktober 2019 di Padang Merbok, Kuala Lumpur, nantinya. Yassin Salleh, selaku Penasihat Produksi Muzika Uda dan Dara yang juga merupakan President Ziarah Karyawan (ZK/Film Direktor & Actor) ini memaparkan secara singkat isi dari persembahan Muzikal UdaDanDara nantinya.
“Muzikal UdaDanDara antara romantisme UdaDanDara dengan kebijaksanaan akal budi Utih dan keberanian Malim. Di sini terjadi pertembungan nilai antara sang Kaya (baca Pemodal) dengan kerakusannya menindas dan mengeksploit kemelaratan petani miskin. Kebangkitan rakyat, berani menentang kuasa besar yang menjaring Rakyat Marhaen dengan ketidakadilan hukum yang dilanjutkan dari sistem peninggalan penjajah. UdaDanDara bukan sekadar kisah cinta dua remaja desa, tetapi ia lebih dari itu. UdaDanDara bukan sekadar kata-kata dan nyanyian romantis, tapi ia lebih dari itu. UdaDanDara bicara soal keadilan, keberanian, dan kemurnian nilai nurani rakyat petani yang suci dan islami,” papar sosok yang akrab dipanggil “Ayah” ini.

Yassin Salleh juga menambahkan, kalau jalannya kegiatan UdaDanDara nantinya, selain diramaikan dengan seniman dan artis dari dalam Malaysia sendiri, juga akan menghadirkan seniman dari Indinesia.
“Delapan hari lagi MUDD TdSP, Padang Merbok, Kuala Lumpur dengan diisi penampilan istimewa dari Dato’ Rahim Razali sebagai Utih, Ruzaidi Abd Rahman, juara silat dunia sebagai pak Guru, Qori Islami Aris dan Syahfitra Harahap, bintang musikalisasi puisi Indonesia. Kemudian ada Roslan Madun, Raja Syair Nusantara dan Nadhilah Suhaimi, Johan Deklamasi Sajak Kebangsaan, serta Bintang Teater Atas Poko, dan tamu dari Medan Perang. Kemudian akan iringan juga muzik kreatif Akustika,” kata Yassin Salleh.
Melalui pertunjukan tersebut, Yassin Salleh berkeinginan mengembalikan budaya dan persembahan Melayu yang dekat dengan rakyat. Bagaimana dulunya, cara orang Melayu dalam mempersembahkan seni dan budaya, yaitu di halaman rumah di kampung dan di atas tanah dengan hanya beralaskan tikar.
Sedangkan Shamsudin Othman atau lebih familiar dipanggil Dinsman, selaku lengarah teater ini, memilih sawah padi, sebagai latar tempat pementasan nantinya. Terkait pementasan UdaDanDara nantinya, Dinsman juga merupakan President Seniman Paksi Rakyat Malaysia, menganggap kalau ada persoalan yang lebih penting daripada percintaan yang perlu diangkat dalam kisah “Uda dan Dara” itu. Menurut Dinsman, orang sering melihat dan terpukau dengan kisah percintaan antara Uda dan Dara yang diolah dengan begitu indah dan romantik oleh Usman, namun mengabaikan bagian selepas kematian Uda.
Dari informasi yang dihimpun, untuk seniman dari Indonesia, pihak panitia kegiatan menanggung semua biaya akomodasi dan honor pada kegiatan tersebut.

Sementara itu, Imam Besar Panggung Toktan, H. Aris Abeba memberikan apresiasi terkait dengan diundangnya seniman dari Indonesia, khususnya Riau, dalam pagelaran muzikal UdaDanDara itu.
“Kehadiran Qori dan Fitrah yang diundang khusus dari ZK Panggung Toktan merupakan kejutan sebagai seniman profesional. Dengan diundangnya Qori dan Fitrah dari Riau ini, akan semakin menambah keakraban antarsesama seniman, khususnya pada penampilan Uda dan Dara nantinya,” kata Imam ZK Panggung Toktan, H. Aris Abeba kepada Selingga.com melalui pesan elektronik, Rabu 16/10) tadi. (Im).

Read Previous

Ulurkan Tangan, Srikandi PP Lingga Berharap Kesembuhan Untuk Marida

Read Next

Mahasiswa, OKP dan Ormas di Lingga, Deklarasikan Tolak Aksi Anarkis Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *