Presiden Rumahitam, Tarmizi, “RBB Sudah Bertelur Dan Menetas”

0
Presiden Rumahitam, Tarmizi, "RBB Sudah Bertelur Dan Menetas"

Selingga.com (06/11) Batam. Rumahitam Batam Berpuisi (RBB) semakin melaju dengan pagelaran-pagelaran puisinya. Melalui Presidennya, Tarmizi, Rumahitam Batam Berpuisi (RBB) yang bermarkas di Sekupang, Batam, Kepri ini masih memberikan laluan kepada para pencinta puisi untuk “mengepakkan sayap” mereka di panggung Rumahitam itu.

“Rumah Batam Berpuisi (RBB) di Laman Kata Rumah Rumahitam Batam merupakan laman puisi yang tidak hanya diperuntukkan bagi penyair saja, tetapi lebih khusus diniatkan sebagai laman bertelur dan menetasnya peminat dan pecinta puisi,” kata Tarmizi kepada Selingga.com pada Minggu (03/11).

Presiden Rumahitam, Tarmizi, “RBB Sudah Bertelur Dan Menetas”

Tidak hanya sebatas menyediakan wadah untuk berpuisi, melalui Laman Kata Rumahitamnya, Tarmizi juga sering menghadirkan beberapa penyair teraju di panggung mereka.

Ibrahim Ilyas, Indrawati (Penyair 1/2 Pendekar), Alang Dilaut, Ikha Jingga

“Adanya penyair teraju utama pada setiap panggung RBB, lebih ditujukan untuk memberikan motivasi bagi tumbuh kembangnya iklim sastra di Batam,” jelas Tarmizi.

Tarmizi dan Bara Pattyradja

Hal tersebut juga terlihat pada Sabtu (02/11) malam lalu, RBB menampilkan penyair dari Nusa Tenggara Timur, Padang, Sumenep, Lampung, dan Dabo Singkep Kabupaten Lingga.

Uci dan muhammad Sarjuli

“Pada RBB spesial para teraju Minggu ini, menghadirkan Bara Pattyradja dari Nusa Tenggara Timur, M. Ibrahim Ilyas dari Padang, Budai AD dari Sumenep, Muhammad Sarjuli dari Lampung, dan Alang Dilaut dari Dabo, Kabupaten Lingga yang diharapkan semakin memberi dorongan bagi peminat sastra yang hadir di Lamankata Rumahitam ini,” kata Tarmizi.

Alang Dilaut, Bara Pattyradja dan Saverius Moa

Presiden RBB ini juga menambahkan kalau dengan telah digelarnya panggung Lamankata Rumahitam sejak 2017 lalu, telah menelurkan beberapa penyair hingga menembus beberapa antologi puisi.

Buday dan Ayub

“Alhamdulillah, digelarnya agenda rutin panggung RBB bulanan sejak Januari 2017 lalu, telah beberapa penyair muda Batam yang karya-karya mereka masuk dalam antologi puisi, baik yang terbit di Kepri maupun terbit di luar Kepri. Artinya RBB sudah bertelur dan menetas,” kata Tarmizi. (Im).

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.