Tim KKS Pusat Datang, Tinjau Dan Nilai Tim KKS Kecamatan Singkep

Selingga.com (24/09) Dabo. Kawasan Permukiman, Sarana dan Prasarana Umum, serta Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri merupakan dua penilaian yang dijalani Kabupaten Lingga untuk menuju Kabupaten/Kota Sehat (KKS). Untuk itu juga, Tim KKS Pusat yang terdiri dari Iwan Nefawan, S.K.M. dari Kementerian Kesehatan RI dan rekannya, Yamma Tahir dari Kemendagri RI, melakukan verifikasi untuk Kabupaten/Kota Sehat (KKS) pada Selasa (24/09) tadi, di Kesektariatan Forum Kecamatan Sehat, Kecamatan Singkep Kabupaten Lingga.
Ketua Umum Forum Kecamatan Sehat, Kecamatan Singkep, Rajudin Siagian melalui Sekretaris Umumnya, Said Syahfela Putra Utama mengatakan kalau sebelumnya Kabupaten Lingga telah lolos di tingkat Provinsi Kepri.

Yamma Tahir (baju putih), saat melakukan peninjauan langsung ke pasar

“Hari ini (Selasa, 24/09) ada peninjauan atau penilaian dari Tim KKS Pusat yang akan menilai KKS tiap-tiap kabupaten. Untuk Kabupaten Lingga, kami di Sekretariat KKS Kecamatan Singkep ini akan dinilai untuk kesekretariatnya. Ada beberapa kriteria dan elemennya yang dinilai. Untuk Kabupaten Lingga, penilaian ini merupakan kali pertamanya. Dari sembilan tatanan yang sudah disiapkan, kita mengambil dua tatanan, yaitu tatanan satu dan tatanan delapan. Untuk tatanan satu, yaitu sarana dan prasarana dan tatanan delapan, yaitu kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri. Kita sudah lolos verifikasi untuk tingkat provinsi. Sekarang tinggal verifikasi di lapangan saja,” terang Said Syahfela kepada pihak media, pada Selasa (24/09) tadi.
Di waktu yang hampir bersamaan, dr. Yan Cahyadi Anas selaku wakil ketua di Forum Kecamatan Sehat itu menambahkan kalau persiapan yang ada di sekretariat KKS Kecamatan Singkep tersebut terdiri dari persiapan dokumen yang akan diverifikasikan.
Ketua Umum Forum Kecamatan Sehat, Kecamatan Singkep, Rajudin Siagian (tengah), Sekretaris Umumnya, Said Syahfela Putra Utama (kiri) dan Wakil ketua di Forum Kecamatan Sehat, Yan Cahyadi Anas

“Persiapannya meliputi persiapan dokumen yang akan diverifikasi, berupa SK Penunjukan anggota forum, kemudian rencana kerja tahunan, keaktifan peserta anggota forum, kemudian yang paling penting itu adalah kesiapan verifikasi lapangan di tempat-tempat wilayah. Pertamanya di pasar, bank sampah, dan posyandu yang sesuai dengan tatanan ke delapan, itu berupa masyarakat yang sehat dan mandiri. Itu akan dilihat kemandirian masyarakat, seperti senam bersama dan pemberantasan sarang nyamuk,” kata dr. Yan.
dr. Yan menambahkan kalau pihaknya juga mempunyai program Jumantik, kegiatan KBN Posyandu, dan beberapa program lainnya terkait dengan pelaksanaan menuju Kabupaten/Kota Sehat itu. Dari itu semua, dr. Yan cukup optimis untuk mengikuti Kabupaten/Kota Sehat tersebut.
“Kita pun punya program berupa Jumantik Cilik atau Juru Pemantau Identik khusus anak-anak Sekolah Dasar. Mereka adalah Dokter Kecil, anak-anak kelas IV. Kemudian ada kegiatan UKBM Posyandu berupa pemantauan gizi masyarakat, penyediaan air bersih, kemudian yang sekarang lagi ngetren adalah masalah rokok dengan isunya adalah udara bersih. Seberapa besar di Singkep ini, kantor-kantor yang sudah menerapkan KTR (Kawasan Tanpa Rokok). Tim verifikasi ini menurut roundownnya, sampai tanggal 28 September 2019. Jadi, semalam mereka sampai, hari ini verifikasi. Kalau kita lihat dari administrasi, kita sudah cukup mampu untuk mengikuti ini, tinggal verifikasi di lapangan. Mudah-mudahan kondisi di lapangan bisa sesuai dengan penilaian yang kita harapkan,” kata dr. Yan Cahyadi Anas ini.
Tim KKS Pusat, Iwan Nefawan,S.K.M

Sedangkan Iwan Nefawan, S.K.M., salah seorang Tim KKS Pusat, saat dikonfirmasi oleh pihak media mengatakan, kalau Kabupaten Lingga termasuk dari 202 kota di seluruh Indonesia yang ikut dalam Kabupaten/Kota Sehat itu.
“Kami dalam rangka kegiatan verifikasi Kabupaten Kota Sehat. Dari 202 kota seluruh Indonesia yang ikut, salah satunya dari Kabupaten Lingga. Kegiatan ini dalam rangka melihat atau memverifikasi kondisi di lapangan, implementasi dari yang sudah disampaikan ke pusat bahwa di sini ada kegiatan-kegiatan pengembangan Kabupaten Kota Sehat,” kata Iwan usai melihat kelengkapan administrasi di Kesektariatan KKS Kecamatan Singkep saat itu.
Iwan juga mengatakan kalau banyak parameter yang dinilai untuk menjadi sebuah Kabupaten/Kota Sehat tersebut.
“Penilaiannya ada banyak parameter yang dinilai. Dari kegiatan yang secara administrasi, manajemen, mulai dari pembinanya di kabupaten, unsur-unsur dinas, kemudian ada forum sekretariat yang kita lihat kelengkapan administrasinya, kemudian tempat kegiatannya, anggarannya, sampai kita ke tingkat kecamatannya dan tingkat kelurahan atau desa,” terang Iwan Nefawan, S.K.M. dari Kementerian Kesehatan RI kepada pihak media.
Ketika disinggung tentang penilaian pihaknya terhadap Kecamatan Singkep, Iwan menjawab kalau pihaknya akan melihat implementasi dari beberapa kegiatan yang sudah dilaporkan sebelumnya.
“Kita baru lihat sedikit. Implementasinya untuk kecamatan dan kelurahan sudah cukup lengkap. Tinggal nanti kita lihat implementasi dari beberapa kegiatan-kegiatan yang sudah dilaporkan ke pusat, kita akan lihat kebenarannya. Kadang-kadang, ada laporan yang disampaikan, ketika dicek ke lapangan kurang lengkap, tidak sesuai dengan laporannya atau sebaliknya, tidak dilaporkan, ketika kita cek ke lapangan, ternyata lebih lengkap. Inilah yang kadang-kadang harus kita klarifikasi dan verifikasi,” jelas Iwan Nefawan.
Selanjutnya, Iwan Nefawan yang saat itu didampingi oleh rekannya Yamma Tahir dari Kemendagri RI bersama dengan Tim KKS Kecamatan Singkep melakukan peninjauan langsung ke pasar sayur dan pasar ikan Dabo. (Im).

Read Previous

Ganja Dibakar Di Halaman Polres Lingga

Read Next

Kebun Luvin Hidroponik Kecamatan Singkep Ikut Berpartisipasi Di KKS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *