TP PKK Kabupaten Lingga Akan Sosialisasikan Stunting Hinga ke Sekolah-Sekolah

Lingga97 Views
banner 468x60

Selingga.com (24/06) Dabo. Usaha penurunan angka stunting terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Lingga. Terkait stunting ini, sebelumnya juga telah digelar kegiatan rembuk stunting. Bupati Lingga, Muhammad Nizar sebelumnya juga telah mengatakan kalau upaya untuk penurunan stunting bukan hanya semata mata terkait dengan gizi dan kesehatan saja, namun juga berhubungan dengan air bersih dan sanitasi. Sehingga semua pihak terkait termasuk juga Tim Penggerak PKK Kabupaten Lingga mempunyai tanggungjawab yang sama dalam menekan angka stunting ini.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lingga, Maratusholiha, saat ditemui di sela-sela kegiatan panen cabe rawit pada Rabu (23/06) lalu di Gedung Daerah, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, mengatakan kalau lingkungan dan juga tingkat pemahaman juga menjadi salah satu paktor terkait dengan usaha untuk menekan angka stunting di Kabupaten Lingga.

“Untuk stunting memang penilainnya itu tidak hanya sekedar anaknya saja. Tetapi juga lingkungan, adanya ketersediaan air bersihnya dan kemudian tingkat pemahaman yang utamanya dari anak-anak wanita dengan masa subur dan hari ini masih banyak yang kurang darah. Hari ini yang sering terjadi itu ketika kawan-kawan dari Dinas Kesehatan membagikan tablet kurang darah namun masih ada juga yang tidak memakannya,” kata Maratusholiha.

Untuk itu, Marutusholiha menambahkan kalau para wanita harus selalu mencukupi kebutuhan gizi mereka terutama yang mengalami kekurangan darah. Karena salah satu penyebab stunting juga dikarenakan kurang darah.

“Hari ini selain action seperti ini, kita juga harus memberikan pemahaman kepada masyarakat kita bahwa perempuan yang kurang darah itu wajib dalam memenuhi gizi-gizinya. Kenapa perempuan, karena mereka akan melahirkan generasi-generasi berikutnya. Jadi tidak hanya pola gizinya saja akan tetapi juga tingkat pemahaman mereka dalam pemeriksaan kesehatan. Kurang darah juga menjadi salah satu penyebab stunting di masyarakat kita,”

Baca juga :   Perayaan HPN 2021 di Lingga dimeriahkan dengan Kehadiran Lapas Kelas III Dabo, Polres Lingga, Imigrasi dan DPRD Lingga

Disinggung langkah apa yang aoan dilakukan terkait hal tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lingga ini mengatakan kalau pihaknya akan melakukan sosialisasi untuk memberikan pemahaman hingga ke dalam lingkungan sekolah.

“Kita akan jor-joran memberikan sosialisasi memberikan pemahaman ke sekolah-sekolah. Perempuan yang haid itukan terkadang mulai dari tingkat SMP, SMA. Kita akan turun. Kalau dirasa masih kurang, kita akan turun kembali. Ini untuk memberikan pemahaman. Karena mengubah pola pikir masyatakat itukan butuh waktu,” kata Maratusoliha.

Stunting sendiri adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar usianya. (Im).

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *