Bagian Ekonomi Gelar Rapat Terkait Kesiapan Pendistribusian Minyak Tanah Bersubsidi

Lingga43 Views
banner 468x60

Selingga.com (20/07) Dabo. Asisten II Pemkab Lingga bersama Bagian Ekonomi Setda Lingga menggelar rapat terkait urusan pendistribusian BBM jenis minyak tanah bersubsidi yang diikuti oleh beberapa camat dan kepala desa yang ada di Kabupaten Lingga. Asisten II Pemkab Lingga, Yusrizal, mengatakan kalau tujuan rapat yang digelar pada Sabtu (18/07) tadi di Sanggar Praja, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga untuk melihat kesiapan dari pihak desa dalam mendistribusikan minyak tanah bersubsidi tersebut. Jalannya rapat dibagi per kecamatan. Masing-masing kecamatan akan bergiliran untuk mengikuti jalannya rapat hari itu.

“Hari ini kami rapat, jadi, Bagian Ekonomi mengundang camat, kades, dan lurah, termasuk juga kaur dan kasi yang membidangi urusan BBM. Tujuan diadakan rapat ini adalah untuk melihat kesiapan desa dalam mengalokasikan atau mendistribusikan minyak tanah bersubsidi. Sehingga kita cek sesuai dengan jumlah liter yang ada di masing-masing pemegang rekom, daftarnya ada tercatat dalam satu lembaran surat, tertera KK atau warga yang bisa membeli atau mengambil minyak kepada pengecer yang sudah kita berikan rekomendasinya,” kata Yusrizal.

Yusrizal berharap dengan cara tersebut, tidak lagi dijumpai minyak tanah yang tidak sampai sasaran dan para pengecer harus menjual minyak tanah kepada warga yang berada di sekitar kios mereka.

“Dengan cara seperti ini, kita yakin dan berharap, tidak ada lagi dijumpai minyak tanah yang tidak sampai ke sasaran, tidak tepat, dan tidak dijual kepada pihak luar. Jadi berlaku, di mana kios pengecer minyak itu harus dijual kepada warga yang ada di sekitar kios itu sendiri dan jumlahnya terbatas,” jelas Yusrizal.

Yusrizal mengatakan kalau dari jumlah kuota minyak tanah bersubsidi sebesar 6.000 kilo liter yang ada saat ini, harus dibagikan kepada 32.000 KK yang ada di Kabupaten Lingga.

“Kuota kita 6.000 lebih untuk Kabupaten Lingga untuk dibagikan kepada 32.000 KK. Rata-rata 1 KK mendapatkan 0,59 liter/hari. Lebih kurang 1 KK itu mendapatkan sekitar 17 liter/bulannya. Ini baru jumlah yang ada, insya Allah, ke depannya dengan hasil evaluasi ini, kita mencoba untuk mengadakan pembicaraan kembali dengan pihak Pertamina, BPH Migas untuk melakukan penambahan minyak tanah untuk Kabupaten Lingga. Kita pernah mengusulkan sampai 11.000 dan yang datang baru 6.000. Kalau harga, sudah tertera dengan HET yang ditetapkan dengan perda, sampai ke tangan pengguna Rp4.150,00,” papar Yuzrizal.

Terakhir, Yusrizal mengatakan kalau rapat yang digelar per kecamatan saat itu, biar jelas permasalahan yang ada pada masing-masing kecamatan terkait pendistribusian BBM jenis minyak tanah bersubsidi tersebut.

“Rapat dibagi per kecamatan, kita cek satu-satu. Camat yang hadir harus tahu, kades harus tahu. Merekalah yang harus menyampaikan sosialisasi, informasi ini kepada masyarakat di wilayah mereka masing-masing. Jadi tidak digelar serentak, biar nampak apa permasalahan-permasalahan, baik yang hari ini maupun yang akan timbul ke depannya,” kata Yusrizal. (Im).

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *