Berbahasa Thailand, Sainab Hayeejebdoloh, Sampaikan Rasa Gembira Bisa Ikut Lingga Festival Painting

Selingga.com (23/11) Daik. Lingga Painting Festival yang digelar pihak Dinas Kebudayaan Lingga dalam memperingati Hari Jadi ke-16 Kabupaten Lingga di halaman Kantor Bupati Lingga di Daik, pada Sabtu (23/11) tadi, diikuti 17 peserta dari luar negeri. Selain itu, peserta Lingga Painting Festival (LPF) ini juga ramaikan dengan keikutan peserta lokal dari kalangan pelajar dan pemula.
“Alhamdulillah, pemerintah Kabupaten Lingga dalam Hari Jadi ke-16 ini telah melaksanakan beberapa acara dalam rangka memeriahkan hari jadi tersebut, salah satunya adalah melaksanakan “Lingga Painting Festival”. Kita tidak menyangka juga, ternyata ada peserta dari luar negeri yang bersedia ikut. Ada 3 negara selain Indonesia, yaitu Singapura, Malaysia, dan Thailand, lebih kurang 17 orang,” kata Sekda Lingga, Juramadi Esram, usai membuka jalannya Lingga Painting Festival (LPF) saat itu.

Juramadi Esram juga mengatakan, kalau Lingga Painting Festival (LPF) ini nantinya diharapkan bisa menjadi even nasional.
“Ini juga merupakan sesuatu yang bagus karena melukis ini membutuhkan talenta dan minat serta motivasi yang tinggi. Kita bisa membayangkan, rekan-rekan dari luar negeri itu, mereka harus ke Batam dulu, baru sampai ke sini. Jadi, kita beri apresiasi, In Saa Allah, tadi saya sudah sampaikan kepada panitia, tahun depan namanya kita tingkatkan menjadi “Lingga Internasional Painting Festival”, dengan peserta yang lebih besar lagi. Karena kalau ini kita laksanakan terus-menerus, Insya Allah sektor parawisata menyupport sehingga ini bisa menjadi even nasional. Syaratnya mereka harus 3 kali berturut-turut,” kata Juramadi Esram.

Lingga Painting Festival (LPF)

Sekda Lingga ini juga menambahkan kalau melalui ajang lukis tersebut, dapat memberikan motivasi kepada adik-adik pelajar yang ada.
“Kita yakin, setiap hari jadi, ini akan kita laksanakan terus-menerus dan inilah ajang kita mempromosikan pariwisata kita dan juga ajang kita silaturahmi dengan negeri-negeri jiran kita, selain tentunya untuk meningkatkan semangat kreativitas dan minat dari adik-adik kita yang terpacu motivasi dengan kedatangan pelukis-pelukis internasional ini,” terang Sekda Lingga.

Sementara itu, mewakili peserta dari luar negeri, Johari Ibrahim mengatakan kalau tahun depan mereka berharap bisa datang kembali ke Lingga.
“Saya Johari Ibrahim, pelukis dari Malaka, Malaysia, sangat berbesar hati dijemput oleh Kabupaten Lingga ini dan saye sangat teroja dengan ape yang berlaku, suasane kehijauan Lingga ini yang sangat nyaman. Makanan die pun semalam sudah dirasekan, same dengan Malake. Airnye pun sejuk, di sini saye terase seperti terpanggil nak datang lagi bersame-same kawan-kawan yang ade ni, dari Thailand, Singapura. Brunei tak datang. Tahun depan kami harap bise datang lagi acara-acara seperti ini. Melukis ini, bagi sayelah seorang pelukis, tak jadi tak bedose, dan cantik itu bohong. Bagi saye, itulah perasaan yang lahir dari kala itu,” kata Johari Ibrahim,” kata Johari Ibrahim.
Johari Ibrahim, pelukis dari Malaka, Malaysia

Sedangkan Yus, peserta dari Malaka, Malaysia, salah seorang pelukis Plein Air Painter mengatakan kalau baginya objek yang berada di depan, itulah yang menjadi objek lukisannya.
“Alhamdulillah hari ini saya berpeluang ke mari, ke Lingga ini, untuk menyertai lomba lukis bersama masyarakat di sini. Meski cuaca sedikit mendung saat ini, tapi masih bisa diabadikan untuk melukis. Apa yang saye buat ini adalah lukisan di lapangan. Lukisan di lapangan ini, kita berhadapan dengan subjek yang dilukis. Contohnye, kalau Gunung Daik di depan sane, Gunung Daiklah yang saye dilukis. Saye tidak berpandukan poto,” kata Yus.
Yus juga menerangkan kalau faktor cuaca merupakan tantangan sekaligus kendala dalam menyelesaikan sebuah lukisan.
“Jadi, cabarannya adalah faktor cuaca, keadaan cuaca, dan sebagainya. Jadi, faktor sekelilinglah yang menjadi cabaran. Yang itu juga yang menjadikan lukisan di lapangan ini atau name lainnye Plein Air Painter, itu lebih mencabar, lebih menyeronokkan. Ade sesuatu yang dikejar di situ. Biasa durasi untuk lukisan di lapangan ini sekitar 2-2,5 jam saja. Karena kalau lebih dari itu, perubahan cahaya dan bayang bisa mempengaruhi. Jadi, kite tak bise lame-lame untuk menyudahi lukisan ini. Jadi, seberape pantaslah yang bolehlah untuk disiapkan,” kata Yus,” terang Yus.
Yus, peserta dari Malaka, Malaysia

Untuk peserta dari Thailand, Sainab Hayeejebdoloh, mengungkapkan rasa gembiranya dan mengaku merasa senang berada di Lingga.
“Salam, saya Sainab Hayeejebdoloh. Saya merasa gembira, suka ke sini, ke Lingga. Ini pertama kali saya ke sini. Terima kasih kawan-kawan Indonesia, Malaysia, dan Singapura,” kata Sainab Hayeejebdoloh, dalam bahasa Thailand kepada Selingga.com.
Sama seperti Sainab Hayeejebdoloh, Abdullah dari Malaysia juga mengucapkan terima kasih dan gembira atas sambutan yang ada. (Im).

Read Previous

Belasan Puisi "Riuhkan" Pentas Puisi Dinas Kebudayaan Lingga

Read Next

Warga Pulau Geranting Keluhkan Air Tidak Jalan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *