Isabela, Berhasil Dibawa ke Museum Linggam Cahaya

0
75
Kadis Kebudayaan Kabupaten Lingga, M.Ishak

Selingga.com (13/02) Daik. Cerobong asap dari tempat pembakaran batu bara yang digunakan untuk menggerakkan turbin pada kapal-kapal sultan pada masanya, sebelumnya telah berhasil ditemukan di Lubuk Sentul, Daik, Kabupaten Lingga. Potongan benda cagar budaya inipun telah berhasil dibawa ke lokasi Museum Linggam Cahaya. Hal ini disampaikan M. Ishak, selaku Kadis Kebudayaan Kabupaten Lingga saat ditemui di Daik pada Selasa (11/02) tadi.

“Apa yang kita lihat hari ini adalah salah satu bukti sejarah berupa suatu benda yang diberi nama Isabela yang merupakan tempat pembakaran batu bara untuk menggerakkan turbin kapal-kapal sultan. Benda cagar budaya ini ditemukan di Sungai Daik, tepatnya di Lubuk Sentul. Sebenarnya sudah lama keberadaannya di sungai tersebut, tetapi alhamdulillah sudah dapat kita angkat dan bawa ke sini pada Senin (10/02) kemarin,” kata Ishak.

Dengan adanya turbin kapal tersebut, Ishak menjelaskan kalau hal tersebut membuktikan bahwa Sungai Daik mempunyai peran penting terkait dengan transportasi laut pada masanya.

Isabela, Berhasil Dibawa ke Museum Linggam Cahaya

“Ini membuktikan bahwa pada zaman Sultan Lingga-Riau itu, Sungai Daik mempunyai peran yang luar biasa untuk transportasi laut dan ini membuktikan bahwa kapal-kapal yang berada di Sungai Daik pada masa itu bisa mengangkat sektor-sektor ekonomi di Kerajaan Lingga,” jelas Ishak.

Kadis Kebudayaan Lingga ini juga memperkirakan kalau nama kapal terkait tempat pembakaran batu bara tersebut adalah dari kapal yang bernama Lelarum.

“Diperkirakan kapal ini bernama Lelarum dan bila kita kaitkan dengan sejarah, ini dipakai pada saat Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah yang memerintah pada tahun 1857-1883,” kata Ishak.

Isabela, Berhasil Dibawa ke Museum Linggam Cahaya

Terakhir, Ishak mengatakan kalau keberadaan tempat pembakaran batu bara tersebut, semakin memperkaya khazanah budaya yang ada di Kabupaten Lingga.

“Kita bersyukur sekali dengan adanya benda cagar budaya ini. Ini akan semakin memperkaya khazanah budaya di Kabupaten Lingga dan nantinya bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat Lingga, serta menjadi koleksi Museum Linggam Cahaya,” kata Ishak. (Im).

TIDAK ADA KOMENTAR