Tiga Presiden di Panggung Toktan, Bahas Pusat Teater Islam Dunia

0
Tiga Presiden di Panggung Toktan, Bahas Pusat Teater Islam Dunia

Selingga.com (29/01) Pekanbaru. Wacana Pusat Teater Islam Dunia (PTID) semakin mengkristal dengan diadakannya pertemuan lanjutan di Panggung Toktan Pekanbaru pada Jum’at (25/01) malam tadi. Sebelumnya rancangan serupa juga telah dipaparkan pada pertemuan di Kuala Lumpur Malaysia pada Sabtu (09/06/2018) lalu dengan diikuti sekitar 20 orang seniman, pemikir dan budayawan dari Indonesia dan Malaysia.

” Kita telah menubuhkan apa yang telah kita panggil sebagai Pusat Teater Islam Dunia ini di Malaysia. Dan telah pun ada satu acara yang kita jalankan atas nama Pusat Teater Islam Dunia (PTID) ini, yaitu Seminar Teater Islam Malaysia. Dan sebenarnya kita masih lagi dalam proses pembentukkan yang betul – betul kita harapkan. Sekarang ini cuma permulaan menuju kearah pembentukkan sebuah pusat yang kita panggil Pusat Teater Islam Dunia itu,”kata Dinsman selaku President, Seniman Paksi Rakyat Malaysia saat pertemuan tersebut.

Dinsman,President Seniman Paksi Rakyat Malaysia

Dinsman juga menambahkan kalau sudah ada tawaran sebelumnya untuk memberikan ruang untuk beraktifitasnya Pusat Teater Islam Dunia tersebut.

” Baru – baru ini semasa kita buat Seminar Teater Islam di Dewan Islam dan Balai Pustaka, ada tawaran pada masa itu untuk memberikan ruang sanggar atau pejabat, untuk memberi tempat beraktifitasnya Pusat Teater Islam Dunia ini. Akan memberikan beberapa kemudahan – kemudahan, karena mereka tertarik dengan apa yang mau kita buat di Teater Islam ini,”kata Dinsman.

Pertemuan di Panggung Toktan Pekanbaru

Untuk itu juga, Dinsman akan terus menyusun program terkait hal tersebut.

” Kita akan terus menyusun program kita. Sekarang ini semuanya serba terbuka. Kita yang akan menentukan siapa yang akan menyertai Pusat Teater Islam Dunia, tergantung kepada siapa – siapa yang mendukung ini,”papar President, Seniman Paksi Rakyat Malaysia ini saat itu di Panggung Toktan Pekanbaru.

Hal tersebut juga disampaikan Imam ZK Panggung Toktan Pekanbaru Aris Abeba kepada Selingga.com, kalau untuk menentukan teater mana yang akan mengikuti Pusat Teater Islam Dunia, pihaknya akan membahas hal tersebut.

Imam Besar Panggung Toktan H. Aris Abeba

” Ya, untuk teater mana saja yang akan ikut bergabung di Pusat Teater Islam Dunia ini, nanti akan kita bahas dan kita tentukan. Dan festival ini nantinya akan mencari rumusan untuk Pusat Teatet Islam Dunia tersebut,”kata Imam Besar Panggung Toktan H. Aris Abeba kepada Selingga.com.

Sebelumnya pada kesempatan yang ada, President Ziarah Karyawan (ZK/Film Direktor & Actor) Yassin Salleh, mengatakan kalau untuk sementara ini, Pusat Teater Islam Dunia akan di Pusat kan di Panggung Toktan Pekanbaru.

Salah satu peserta Syahfitra, Qori Islami, Alang Dilaut

” Jadi Pusat Teater Islam Dunia itu, untuk sementara ia akan bermarkas di Panggung Toktan. Kita mau memuliakan hakekat bahawa Nusantara merupakan kelompok Islam terbesar di dunia. Tentunya disini ada tanggung – jawab kita. Biarpun belum ditetapkan bentuknya seperti apa, tetapi sudah ada rohnya, nilai murni keIslaman. Karena saat ini, ada pihak – pihak yang memperalat Islam itu untuk kepentingan – kepentingan yang ada,”kata Yassin Salleh saat itu.

President Ziarah Karyawan (ZK/Film Direktor & Actor) Yassin Salleh

Sedangkan Presiden ZK Indonesia Syarifuddin Arifin dalam penyampaiannya pada pertemuan itu, melihat pentingnya akan keberadaan Pusat Teater Islam Dunia saat ini.

Presiden ZK Indonesia Syarifuddin Arifin

” Kita melihat konsep Pusat Teater Islam Dunia ini, Teater Islam atau teater yang bernapaskan Islam. Karena di dalam Islam, teater dalam pengertian topeng, kepalsuan, itu memang tidak ada. Tetapi sebagai dakwah, saya tahu kalau Dinsman sudah memulainya dengan teater masuk surau, berdakwah. Itu sudah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu. Sekarang kita, baik di Semenanjung maupun di Indonesia sedang terjadi semacam pengikisan, semacam dedragasi budaya yang secara masif kalau kita tidak hati – hati menyiasatinya, Melayu ini akan tenggelam oleh budaya – budaya lain yang sekarang masuk secara masif tanpa kita sadari. Misalkan Korean dan lain – lainnya,”jelas Presiden Ziarah Kesenian Indonesia ini.

Terakhirnya dari Muhammad Ibrahim Ilyas selaku Penggiat Seni Teater dan juga Penulis, lebih menekankan terhadap pertunjukan dan bukan program – program dalam bentuk wacana.

Muhammad Ibrahim Ilyas selaku Penggiat Seni Teater dan juga Penulis

” Sebetulnya saya sudah tidak sabar. Wacana ini sudah berkembang hampir satu tahun. Ketika ada seminar, saya malah bilang sama Pak Dinsman, saya lebih suka bukan diminta untuk bicara. Tetapi suruh saya bikin pertunjukkan. Jadi untuk kedepannya perlu program – program yang bukan wacana. Mungkin akan ada teman – teman dilingkungan kita untuk diminta kerja nya. Sehingga nantinya kita akan sampai di ruang terbuka. Apakah itu Teater Islam, apakah perilakunya harus Islami.Kebudayaan dan etnis yang ada juga mempengaruhi bentuk – bentuk Islam yang ada. Dan itu terus berkembang. Dan posisi ini sebagai kesenian, ini sebagai dakwah juga suatu wacana yang bisa terus kita perdebatkan dan bisa kita bicarakan. Jadi kalau saya harus ada satu program yang tidak sekedar wacana,”papar laki – laki yang lebih familiar disapa Bang Bram ini.(Im).

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan balasan