Jangan Buat Kami Antipati, Butuh Pemuda Berkreasi Bukan Tukang Apresiasi

0
Nurjali

Sebelum kami menyusun kalimat menutur kata, ketika tulisan ini diupload ke media SELINGGA.COM, tak salah jika kami mengucapkan tahniah dan apresiasi untuk SELINGGA.COM atas keberanian mempublish berbagai informasi dari Bunda Tanah melayu dengan kontent-kontent yang menarik dan menghibur bagi masyarakat lingga.

Dari tangan para IT yang lahir dan besar di Dabo Singkep Kabupaten Lingga. Sedikit ingin menyumbangkan pikiran di media Lokal karya putra daerah.

Sepatah orang melayu lingga, ” Tapek datok anak cucu numpang mencoret, kalau salah tolong luruskan kalau betol tolong pimpen kan,” Kutipan kami.

Pemuda dan Organisasi Kepemudaan, terbitnya Undang-undang kepemudaan nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan merupakan angin segar bagi para pemuda di Indonesia, dengan terbitnya undang-undang tersebut membuktikan bahwa peran pemuda bagi pembangunan dan kelanjutan negara ini sangat vital.

Di era teknologi dan seiring kemajuan zaman peran pemuda semakin dipertaruhkan, di berbagai bidang dan keahlian saat ini telah melahirkan pemuda-pemudi yang luar biasa. Seperti pendiri Facebook yang masih di usia belia, pengusaha-pengusaha muda bahkan telah lahir cendekiawan-cendekiawan muda hingga ulama-ulama muda yang mulai menjamur.

Dari Politisi, pengusaha hingga ilmuan muda saat ini mulai menjadi perbincangan dunia internasional. Mengambil kalimat trend dari sang proklamator ” Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia . (Bung Karno).

Kalimat tersebut seakan membakar semangat para pemuda kala itu.

Kabupaten Lingga belajar dari sejarah kerajaan Riau Lingga banyak melahirkan para pemimpin muda. Bahkan salah satu Bupati terpilih saat ini juga pernah memimpin Organisasi kepemudaan Pemuda Pancasila.

Saat ini kita juga memiliki beberapa politisi muda di DPRD Lingga seperti Seniy tokoh muda perempuan dan Neko Wesha pawelloy yang masih berusia di bawah empat puluh tahun.

Di Eksekutif sendiri wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar merupakan tokoh politisi muda yang memiliki karir cemerlang dari anggota DPRD, Ketua DPRD hingga menjadi wakil Bupati Lingga saat ini, yang masih berusia belia dibawah empat puluh tahun.

Jika ada yang bilang Lingga kekurangan kader pemuda terbaik, maka hal itu tidak sebanding dengan kenyataan di lapangan. Bercermin dari hal itu semua tak salah jika wadah bagi para organisasi kepemudaan di Kabupaten Lingga memiliki kader terbaik untuk memajukan pemuda.

” Kita tidak butuh pemuda yang hanya bisa mengapresiasi, tapi lebih dari itu harus mampu berkreasi.”

Satu Dekade lebih kabupaten Lingga berdiri, tapi belum satupun Ormas kepemudaan di Lingga yang dapat kita Apresiasi. Wadah berkumpulnya para Organisasi Kepemudaan tidak mampu menemukan jati dirinya, jangankan eksistensi yang luar biasa di kalangan pemuda, bahkan pengelolaan administrasi saja sangat lemah.

Sukses kita melahirkan bakat-bakat murni para pemuda di bidang politik tak sebanding dengan keberhasilan di bidang Organisasi Kepemudaan. Ambisi para pemuda duduk di kursi panas KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Kabupaten Lingga, tak lebih dari sebatas kepentingan perut semata.

Mampukah KNPI menjadi organisasi Modern yang dapat memberikan kontribusi bagi daerah, hal itu hanya dapat di buktikan dengan siapa yang memimpin KNPI kedepannya. OKP maupun Ormas kepemudaan bukanlah pengemis Anggaran Negara dan Anggaran Daerah, tapi Perkumpulan pemuda harus melahirkan ide-ide cemerlang bagi kesejahteraan daerah.

Selamat Bermusyawarah KNPI dari Kami para pemuda, semoga kami tak Antipati dan Alergi pada pergerakanmu.

*** WJK ***

Penulis adalah Aktifis Ormas Kepemudaan, Menjabat sebagai Sekretaris Ormas MPC Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Lingga dan Direktur Bidang Pendidikan, Hukum dan Publikasi di Kepri Corruption Watch (KCW).

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.