Keluarga Beharap Korban Hilang Saat Mencari Udang, Ditemukan

Lingga168 Views
banner 468x60

Selingga.com (28/12) Singkep Barat. Pencarian terhadap Johani (61) warga Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga yang sebelumnya telah diberitakan hilang saat mencari udang di sekitar laut PT WIK, Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga terus dilakukan hingga sampai menjelang tengah malam Selasa (27/12) tadi. Pihak Polres Lingga bersama BPBD Kabupaten Lingga, Basarnar, Polair, TNI, Polsek Singkep Barat, dan masyarakat terlihat masih berada di lokasi sekitar hilangnya Johani. Selain itu, dari pihak keluarga korban juga ikut andil dalam pencarian saat itu. Terlihat saat itu petugas dan masyarakat menyusuri sepanjang bibir pantai dan juga ke arah laut yang surut saat itu, untuk mencari korban dengan menggunakan penerangan senter dan juga lampu kepala.

Merdita, anak kedua korban dari 4 bersaudara saat ditemui usai ikut melakukan pencarian pada Selasa malam (27/12) tadi di lokasi kejadian mengatakan kalau pihak keluarga mendapat informasi hilangnya korban sekitar pukul 4 subuh.

Merdita, anak kedua korban

“Setahu kami bapak keluar bersama paman kami sekitar jam 5 sore. Dinyatakan hilangnya, kami baru dapat kabar dari mamak sekitar jam 4 subuh karena handphone paman tidak dapat sinyal saat itu. Kemudian paman pergi ke Air Merah untuk menelepon mamak. Kemudian mamak menelepon kami karena kami beda rumah. Jadi, dapat kabar hilangnya sekitar jam 4 subuh,” kata Merdita.

Merdita mengatakan kalau pihak keluarga pada keesokan harinya ikut melakukan pencarian sejak pukul 08.00 WIB sampai ke arah Pulau Panggak.

“Kalau anak-anak yang cowok dan dari tetangga sejak dari pagi tadi sekitar jam 08.00 WIB. Kalau kami dengan mamak, nyusul ke sini sekitar jam 13.00 WIB. Kami ikut mencari dari PT Wit sampai ke Pulau Panggak. Sampai sekarang tak ada, belum jumpa,” kata Merdita.

Baca juga :   Kadis Pendidikan Lingga Cari Lima Orang Tua Asuh Anak

Merdita berharap orang tuanya tersebut masih bisa ditemukan.

“Harapan kami ditemukanlah walaupun mungkin nyawa sudah tidak ada lagi, yang penting jasadnya ada,” kata Merdita.

Merdita mengaku kalau korban sebelumnya mempunyai penyakit perut.

“Bapak kalau menyuluh udang ni, hampir dibilang tidak terlalu paham. Tetapi kalau mancing, memang sering dilakukan sehari-hari. Cuma bapak terkadang ada penyakit perut, terus pitam. Kalau bapak, kan susah mau dilarang, biarpun sedang berpuasa kalau mau mancing, bapak akan pergi mancing. Hobinya. Bapak tahun ini umurnya 61 tahun. Bapak kami dulunya di Malaysia, baru 2 tahun ini pulang ke sini. Jadi kegiatan bapak sehari-harinya kadang-kadang mancing yang memang hobinya. Kadang-kadang ke hutan cari burung. Karena sekarang ni musim udang, coba cari udang,” jelas Merdita.

Keluarga Beharap Korban Hilang Saat Mencari Udang, Ditemukan

Sementara itu Kasatpolairud Polres Lingga, AKP Thomas Charles dalam amanat saat melakukan pembubaran pencarian malam itu, menerangkan bahwasanya pencarian masih akan dilanjutkan pada esok harinya.

“Besok air pasang, kemungkinan tadi dari Kades Marok Tua yang sebelumnya telah berunding dengan kita juga untuk menurunkan nelayan ataupun warga untuk mencari. Termasuk juga nanti yang ada punya perahu seperti Basarnas dan juga Polairud. Bagi yang lain juga, yang punya, kalau mau bergabung silakan,” kata AKP Thomas Charles.

Kasatpolairud Polres Lingga, AKP Thomas Charles

Kasat Polairud Polres Lingga ini juga menambahkan kalau besoknya juga akan dibagi pembagian wilayah pencarian korban.

“Karena kita pulang malam, kita ambil jam istirahat dahulu. Mungkin sekitar jam 9-10 malam kita akan kumpul lagi di sini untuk pembagian wilayah kejadian. Nanti kita saling berkomunikasi biar pencariannya bisa kita sebar-sebar. Insya Allah kita berharap bisa menemukan korban,” kata AKP Thomas Charles kepada yang hadir saat itu.

Baca juga :   Vihara Kumala Maitreya Peduli, Bagikan 600 Paket Bahan Pokok

Sebelumnya diberitakan kalau kejadian bermula saat Johani pada Senin (26/12) tadi pergi bersama 3 rekannya yang salah seorangnya merupakan adik Johani untuk menyuluh udang di sekitar lokasi kejadian. Sekitar jam 9-10 malam mereka turun menyuluh udang dengan bekal penerangan lampu masing-masing.

Setelah selesai menyuluh udang, 3 orang rekannya masih menunggu korban yang belum naik juga ke darat. Setelah menunggu dan tidak muncul, sementara cahaya senter dari laut tak nampak ada lagi, kemudian ketiganya mencoba melakukan pencarian. Namun hingga sampai subuh, Johani tidak ditemukan. Adik korban kemudian mencoba menelepon keluarga korban apakah korban ada pulang. Rupanya belum pulang juga. (Im).

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *