Limbah PLTD ,tidak tau kemana

Selingga.com (22/02) Dabo.Sejauh ini,pembuangan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dari mesin PLTD di Setajam Dabo,belum diketahui kemana muaranya.Pihak PLN Rayon Dabo Singkep melalui Kepala Administrasi nya Riki,ketika ditemui pihak media pada Kamis (22/02) tadi,menyarankan untuk bertanya langsung ke Supervisor PLTD yang berada di Setajam.
” Bapak (Kepala PLN Rayon Dabo-red) baru berangkat ke Daik.Kalau yang disetajam itu,kita kan beda .Untuk lebih jelasnya,ditanyakan langsung ke supervisor pembangkit nya pak.Saya pun tidak tahu juga,gimana prosesnya itu.Beda administrasinya,baiknya kepenanggung-jawabnya langsung Pak.Nanti saya salah jawab pulak.”Kata Riki.”Menyarankan pihak media untuk bertanya langsung kepihak pembangkit PLTD yang berada di Setajam.

Kepala Administrasi PLN Rayon Dabo, Riki

Supervisor PLTD Setajam Sarjono,kepada pihak media mengatakan kalau limbah yang ada merupakan urusan pihak ketiga.
” Fortuna pihak ketiga.Dia mengeluarkan dari sini.Kemana,kita tidak tahu.Itu mesin sewa.Itu mereka sendiri yang mengatur.Dikemanain,itu dia (pihak ketiga-red) yang punya limbahnya kan.”Kata Sarjono.
Sarjono juga menambahkan kalau untuk limbah dari pencucian filter selama ini,masih ditampung oleh pihak nya.
” Filter yang sering perlu diganti,dicuci.Untuk limbah cuciannya,sementara ini kita tampung.Dan belum pernah diambil.Kita punya sebanyak 39 drum,selama saya disini.”Kata Sarjono.
Supervisor Pembangkit ini kembali mengatakan kalau pihak nya tidak mengetahui terkait limbah dari oli bekas yang ada.

” Itu kita tidak tahu.Karena dikontraknya,masalah limbah B3 itu,tidak di kita.Karena kita cuma jual KWH sama pemakaian BBM saja.Kalau diluar itu,tidak ditanggung PLN.Yang penting,jangan ada limbah dari pihak ketiga disini.Operasional mesin dan operator juga dari dia (pihak ketiga-red).”Tambah Supervisor Pembangkit PLTD Setajam ini.
Sedangkan untuk pasokan BBM,Sarjono mengatakan kalau rata-rata pihak nya menghabiskan 18 ton perhari nya.
” Kalau untuk masuk BBM ini,setiap hari.Tetapi berkala juga kan,tergantung stok yang ada.Rata-rata 18 ton lah perharinya.Tidak berarti semua BBM itu jadi limbah.Limbah itu,kalau ada pencucian.BBM yang murni,itu tidak menjadi limbah.Itu habis terpakai untuk mesin.”Papar Sarjono di tempat kerja nya.(Im).

Read Previous

Bak Koboi,IWO Tanjung Pinang pun muntahkan peluru

Read Next

Awe laporkan PT.Citra Sugi Aditya ke Jenderal (Purn) Muldoko

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *