Risau dengan DBD,Lurah Kezzy hadirkan lagi Kelurahan Siaga

Selingga.com (25/04) Dabo. Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menjangkiti 2 orang warga Kelurahan Dabo Lama Kecamatan Singkep beberapa waktu yang lalu,membuat Lurah Dabo Lama Kezzy Dalfi memandang perlu dijalankannya lagi Kelurahan Siaga yang telah terbentuk sejak Tahun 2013 lalu. Bersama Kasi Kesejahteraan Sosial dan Pelayanan Umum, M. Rivo Tharmizi,Kezzy Dalfi mengumpulkan seluruh ketua RT/RW dan warga untuk bersama mengalakkan kembali Kelurahan Siaga.
“Tujuan Kelurahan Siaga adalah untuk percepatan terwujudnya masyarakat desa dan kelurahan yang peduli, tanggap, dan mampu mengenali, mencegah serta mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi secara mandiri, sehingga derajat kesehatannya meningkat”.Kata Keizzy kepada pihak media pada Selasa malam (24/4) tadi.
Pihak Kelurahan Dabo Lama juga menghadirkan nara sumber dari Dinas Kesehatan Lingga, dr Yan Cahyadi untuk memaparkan kepada warga kondisi sebenarnya dari dua warga yang terkena DBD dan pentingnya menggalakkan kembali kelurahan siaga.
“Kami ingin meningkatkan komitmen dan kerjasama semua perangkat kelurahan dan organisasi kemasyarakatan untuk pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif”.Kata Kezzy Zelfi.
Sementara itu, Dr Yan Cahyadi dari Dinas Kesehatan Lingga, mengatakan kalau program Desa Siaga Aktif adalah program Pemerintah Pusat melalui tiga kementerian yang ada yakni Kementerian kesehatan, Kementerian Pemerintahan Desa dan Kementerian Dalam Negeri. Dr Yan Cahyadi juga menambahkan kalau Program tersebut juga bermaksud mengembangkan kebijakan pemerintahan keluarahan dan pedesaan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
“Program ini mengembangkan UKBM dan melaksanaan survailans berbasis masyarakat yang meliputi pemantauan penyakit, kesehatan ibu, dan anak, lingkungan, dan perilaku, penanggulangan bencana dan kedaruratan kesehatan, serta penyehatan lingkungan”.Tambah Dr Yan.
Dan program ini dapat meningkatkan ketersediaan sumber daya manusia, dana, maupun sumber daya lain, yang berasal dari Pemerintah desa atau kelurahan, masyarakat dan dunia usaha, untuk pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif.
“Intinya untuk Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah Tangga. Dengan begitu dapat mencegah datangnya penyakit. Hakikatnya mencegah lebih baik dari mengobati”.Kata Dr Yan.(Im).

Read Previous

Ribuan kaleng mikol digerebek Polres Lingga

Read Next

Berani ber-HP ria sambil mengendara ? Polantas menunggu anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *