Tambunan, "Jangan Paksa Pungut Parkir Bagi Masyarakat Yang Tidak Mampu"

Selingga.com (21/06) Dabo. Diundur nya penerapan parkir berbayar untuk wilayah kota Dabo baru-baru ini oleh pihak Pemkab Lingga,disayangkan oleh beberapa pihak. Lahir nya “Perda” yang mengatur penarikan restribusi daerah melalui parkir berbayar ini sejak beberapa tahun yang lalu,di pandang harus segera diterapkan sebagai langkah pembenahan terhadap perkembangan suatu daerah.
Hal ini pun menarik perhatian Muslim Tambunan selaku Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi DPC PDI Perjuangan Kecamatan Singkep untuk buka suara,ketika di temui Selingga.com pada Senin (20/06) tadi di Dabo.
” Kebutuhan akan parkir berbayar memang kalau kita lihat untuk saat ini dipandang sudah selayak nya ada. Dan ini memang harus kita mulai,apalagi kan memang sudah di perda kan. Apaguna nya kalau sudah di perda kan dan sudah diketok oleh Dewan,kita tidak siap untuk melaksanakan parkir berbayar ini. Kenapa tidak kita jalankan saja segera. Bahkan perda nya kan sudah dari tahun 2011 lalu,kalau tidak salah saya. Kalau ada bahasa kenapa di Dabo yang harus dijadikan parkir berbayar ini,sementara di Ibukota Kabupaten Lingga sendiri,tidak ?. Ini kan kita harus melihat dari pada jumlah penduduk yang secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap jumlah kendaraan yang ada. Dan Pemerintah Daerah sebenarnya dapat segera melaksanakan parkir berbayar ini. Selain untuk PAD,juga dengan ada nya moment Ramadhan dan Lebaran nanti tentu nya lebih mudah untuk langkah sosialisasi dan penerapan langsung parkir berbayar ini. Dan saya rasa pun masih banyak masyarakat yang mampu untuk membayar restribusi parkir ini. Namun bagi masyarakat yang masih enggan atau memang ada yang belum mampu membayar,kita pun tidak boleh pulak memaksa kan untuk memungut reatribusi parkir ini.Karena masyarakat yang mampu membayar itu lah sudah dapat menutup dari pelaksanaan parkir berbayar ini. Kenapa pulak kita harus memaksakan masyarakat,kalau memang betul-betul tidak mampu.”Kata Muslim Tambunan dengan intonasi datar nya.

Nurjali
Nurjali

Tidak jauh berbeda dengan Muslim,di waktu yang sama Nurjali selaku elemen masyarakat Dabo melihat beberapa keuntungan bagi daerah dengan ada nya parkir berbayar ini.
” Selaku masyarakat,kalau saya pribadi simple saja dalam memandang ada nya parkir berbayar ini. Kita lihat dari sudut pandang positif nya saja lah dulu. Dampak positif dari adanya parkir itu,pertamanya dengan ada nya wacana Kabupaten Lingga untuk meraih Adipura,ini merupakan salah satu bentuk penataan Lingkungan di kota yang baik. Keduanya dari sisi PAD nya. Yang menggunakan itu kan tidak hanya masyarakat lokal saja,tetapi dengan moment Puasa dan Lebaran nanti nya,banyak pemudik-pemudik dari luar. Terkesan ada perubahan yang tertata di Dabo ini. Apalagi dengan akses Ro-Ro kita yang sudah ada,bakal banyak kendaraan yang masuk kewilayah kita. Sebenarnya kita bahkan harus memberikan apresiasi dengan 2 jempol untuk “Kabid Darat” nya dalam hal ini. Beliau mencoba melibatkan semua elemen masyarakat. Dari Ormas nya,dari masyarakat nya,dan pemuda-pemuda nya. Dan nanti pun guna PAD ini juga untuk kesejahteraan masyarakat. Dan saya dengar kalau pihak RSUD mendukung dengan adanya parkir berbayar ini. Karena mereka terbantu dengan kendaraan yang parkir di luar pagar RSUD.”Papar Jali dengan senyum ule-ule nye.(Im).

Read Previous

Suzuki Dabo Banjiri Jalan Pramuka Dengan Ta'jil

Read Next

Dua Ekor Anjing Gulingkan Mobil Dinas Disdukcapil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *